Tampilkan postingan dengan label Keajaiban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keajaiban. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Juli 2017

Martunis Anak Ajaib

MARTUNIS DAN CRISTIANO RONALDO

Martunis, itulah nama aslinya sejak waktu kecil. Martunis merupakan salah satu anak yang paling beruntung disaat Tsunami menimpa Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Nenek Di Tolong Ular Saat Tsunami

UMMI KASUM, YANG SELAMAT DARI TSUNAMI PADA SAAT DI TOLONG ULAR

Cerita ini memang terdengar tak masuk akal, namun ini sebuah kisah nyata. Adalah Ummikasum yang akrap disapa Maksum berkisah saat ia diselamatkan oleh seekor ular besar disaat Tsunami melanda Aceh.

PLTD Apung Aceh

PLTD Apung dengan berat 2.600 ton, panjang 63 meter, dan lebar 19 meter ini terseret sejauh lima kilometer akibat tsunami dan berlabuh di desa Punge Blang Cut



Kedahsyatan gelombang tsunami yang menerpa pesisir utara Banda Aceh pada Desember 2004 yang lalu ternyata masih meninggalkan jejak. Tentu masih terbayang dalam ingatan masyarakat aceh, tsunami telah meninggalkan jejak berupa monumen yaitu kapal PLTD APUNG ACEH. Monumen yang menjadi peringatan bagi siapapun terhadap bencana terbesar yang di alami Aceh pada masa itu.

Kapal Nelayan Diatas Rumah

SITUASI KAPAL NELAYAN PASCA BENCANA TSUNAMI ACEH

Hampir setiap sisi dari Kota Banda Aceh memiliki kenangan tersendiri tentang tragedi Tsunami yang terjadi di penghujung tahun 2004 yang lalu. Gelombang raksasa tersebut merubah kehidupan masyarakat yang selamat dalam peristiwa yang memilukan dan menakutkan bagi semua orang.

Masjid Baiturrahman Banda Aceh

SITUASI SETELAH AIR TSUNAMI SURUT

Minggu pagi 26 Desember 2004, gempa dahsyat berkuatan sekitar 9,8 skala richter terjadi di samudra Hindia sebelah barat pantai Sumatra. Di sebelah barat laut pulau Simeuleu dengan kedalaman 30 km di bawah permukaan laut terjadi tabrakan dua lempeng bumi.

Minggu, 30 Juli 2017

5 Keajaiban Saat Tsunami Di Aceh

TSUNAMI, itulah nama bencana yang terjadi pada hari minggu pagi 26 DESEMBER 2004. Tsunami yang telah memporak-porandakan sebahagian Aceh dan menelan korban jiwa lebih dari 200.000 orang, baik itu orang aceh maupun orang asing.