Tampilkan postingan dengan label Jodoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jodoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2014

7 cara mencari jodoh menurut syariat islam

Inilah 7 Cara Mencari Jodoh Kita Menurut Syariat Islam


Allah mempunyai tiga pilihan dalam menjodohkan manusia satu sama lain. Pilihan pertama adalah cepat mendapatkan jodoh. Pilihan kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu saat pasti mendapatkannya di dunia. Pilihan ketiga adalah tidak mendapatkan jodoh di dunia tapi mendapatkannya di akhirat kelak. Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah, maka hal itu adalah hal yang terbaik untuk kita.

Lalu apa yang perlu dilakukan agar kita segera mendapatkan jodoh? Berikut ini 7 cara mencari jodoh menurut Islam, yaitu:

1. Memperbaiki diri
Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang shalih, maka kita harus menjadi orang yang shalihah juga. Itulah maksud Allah dalam firman-Nya,

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. An-Nur: 26).

2. Tidak putus asa dalam berdoa
Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang terdapat dalam surat Al Furqon ayat 74 : “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Agar doa lebih terkabul, perhatikan juga adab-adab berdoa dalam Islam. Jadi jangan berdoa menurut versi kita sendiri. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, niscaya doa kita akan lebih terkabul.

3. Memperbanyak ibadah sunnah
Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita juga perlu mendekati Allah dengan ekstra dekat. Caranya tidak hanya mengandalkan ibadah wajib, tapi juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah seperti sholat tahajjud, sholat dhuha, shaum, tilawah Al Qur’an, infaq, dan lain-lain. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari agar iman kita bertambah dan doa kita semakin dikabulkan Allah Swt.

4. Memiliki kriteria yang tidak muluk
Mengapa jodoh sulit datang kepada kita? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria jodoh kita terlalu muluk. Kita ingin jodoh yang mapan, ganteng/cantik, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman. Keinginan semacam itu sah-sah saja, tapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri.

Itulah sebabnya Rasulullah mengatakan jika kita tidak dapat memperoleh semuanya, maka pilihlah yang agamanya paling baik. Hal itu berarti mungkin saja jodoh kita orang yang miskin, tidak berpangkat, bukan keturunan orang baik, akan tetapi kita perlu menerimanya asalkan memiliki agama/akhlaq yang baik. Jangan kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, sedangkan diri kita tidaklah sempurna.

5. Memperluas pergaulan
Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah memperluas pergaulan. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Seringkali jodoh itu datang bukan dari perkenalan langsung, tapi dari kenalan teman kita. Itulah gunanya pergaulan yang luas. Ibarat seorang nelayan yang menebarkan jaringan yang luas untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak.

6. Meminta bantuan orang lain
Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah meminta tolong kepada orang lain yang reputasinya baik. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman, orang tua, saudara, dan lain-lain. Jangan malu-malu untuk meminta bantuan kepada mereka dan jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya.

7. Menyatakan hasrat secara langsung
Bisa juga seorang wanita mendapatkan jodoh dengan cara menyatakan langsung kepada lelaki yang baik agamanya bahwa kita siap menikah dengannya. Ini adalah cara yang masih asing dalam budaya Indonesia. Namun cara ini sebenarnya Islami, karena pernah dilakukan Khadijah ra kepada Nabi Muhammad SAW. Khadijah ra yang lebih dahulu menyatakan hasratnya kepada Nabi melalui perantaranya.

Itulah ketujuh cara yang dapat diupayakan oleh setiap muslim dan muslimah dalam mencari jodoh. Cara-cara tersebut merupakan cara yang baik karena sesuai dengan tuntunan Islam. Semoga kita semua mendapatkan jodoh terbaik yang dipertemukan karena sama-sama mencintai-Nya.

Trima Kasih atas kunjungan Anda.

Jodoh terbaik untuk kita dunia dan akhirat

  Jodoh Terbaik Untuk Kita Dunia Dan Akhirat


Di jaman sekarang ini criteria pemilihan calon suami/istri difokuskan pada kecantikan lahir, kekayaan, kekuasaan, dan keturunan. Berikut ini kisah seorang wanita sholihah, cantik, dan menjadi idaman bagi banyak pria memilih jodoh sesuai apa yang Allah SWT pilihkan kepadanya.

Asma binti Umamah adalah seorang perempuan Arab yang sangat jelita. Kecantikannya tersohor ke seluruh negeri. Selain cantik, Asma seorang perempuan terpelajar yang sangat cerdas. Asma sosok perempuan idaman setiap lelaki. Namun, hingga usianya terus beranjak dewasa, tak ada satu pun lelaki yang dia terima lamarannya.Suatu ketika, Khalifah Adillah bin Marwan mengutus seseorang untuk meminang Asma lewat orangtuanya. Khalifah itu hendak menikahkan anak semata wayangnya yang sudah lama mengincar Asma. Mendapat pinangan dari seorang Khalifah, ternyata tidak membuat Asma gembira, tapi justru dia kembali menolak pinangan itu. Sampai beberapa kali pinangan diberikan, Asma tetap menolaknya. Awalnya, orangtua Asma bingung apa yang diinginkan oleh anak perempuannya itu.

Namun, pada pertemuan itu, Abu Hurairah malah bercerita tentang keadaannya sekarang. “Istriku meninggal karena sakit dan aku memiliki seorang anak perempuan yang salihah berusia 3 tahun.”

Mendengar cerita itu, Asma berkata, “Jika kau menginzinkan, aku akan membantumu mengasuh putrimu”.
“ Maksudmu ? “, Abu Hurairah terkejut dengan ucapan Sahabatnya.

“ Sudah lama aku berdoa kepada Allah untuk dipertemukan dengan jodohku yang terbaik, entah mengapa ketika aku bertemu denganmu dan mendengar ceritamu, aku jadi yakin ini jawaban atas doaku “.

Tentu saja Abu Hurairah yang juga mengenal baik Asma, menyambut tawaran itu dengan bahagia. Demikian juga orangtua Asma, Mereka berbahagia. Namun Pernikahan Asma menjadi pergunjingan di kalangan masyarakat, banyak yang mencibir karena menganggap Asma yang cerdas bertindak gegabah dalam menentukan jodohnya.

Asma menolak anak Khalifah, tetapi malah menikah dengan seorang duda beranak satu. Namun, Asma tidak peduli dengan gunjingan itu, begitu pun orangtuanya. Sebagai seorang perempuan, dia pun mendapatkan hak untuk memilih jodohnya. Orangtua Asma justru merasa bahagia. Anak perempuannya menikah dengan seorang lelaki yang saleh dan taat beribadah serta berbudi luhur, sedangkan anak Khalifah belum tentu mampu memimpin keluarga yang diridhai Allah.

Dalam Islam, memang ada anjuran untuk menikahi seseorang karena 4 hal, yaitu harta benda, nasab, kecantikan/ketampanan, dan agamanya. Asma yang jelita dan cerdas memilih Agama sebagai faktor utama memilih jodoh.

“Ummu Salamah, istri Nabi saw. Bertanya, ‘Ya Rasulullah, seorang wanita dari kami ada yang kawin dua kali , tigakali, dan empat kali (maksudnya menikah lagi sampai empat kali karena suamimya meninggal ) . Lalu, dia wafat dan masuk surga bersama suami-suaminya juga. Siapakah kelak yang akan menjadi suaminya di surga ? Nabi saw. Menjawab, ‘Dia disuruh memilih dan yang dia pilih adalah yang paling baik akhlaknya dengan berkata, ‘Ya Rabbku, orang ini ketika dalam negeri dunia paling baik akhlaknya terhadapku. Kawinkanlah aku dengan dia. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik membawa kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat.” –HR. ATH-THABRANI

Sahabat, tidak sedikit diantara kita yang menentukan SPESIFIKASI JODOH untuk memenuhi KEPUASAN NAFSU dan EGO kita, maka bisa dipastikan Rumah Tangga atau Keluarga yang kita bangun akan menuai BANYAK MASALAH yang berkepanjangan. Karena sebenarnya MENIKAH adalah BAI’AT kita yang kedua kepada Allah SWT untuk Menegakkan ATURAN ALLAH SWT dalam Komunitas Terkecil yaitu Rumah Tangga, ketika salah satu TIDAK MEMAHAMI hakekat pernikahan ini, maka dapat dipastikan kehidupan Rumah Tangga kita tidak akan pernah EFEKTIF dan EFISIEN, akan selalu terjadi konflik kepentingan masing-masing. Kewajiban menjalankan PERAN kita sebagai HAMBA dan KHALIFAHNYA tidak akan pernah OPTIMAL.

Sebenarnya Allah SWT telah memberikan cara memilih Jodoh yang sangat sederhana, mudah dan menyelamatkan :

” janganlah kalian menikahi perempuan musyrik sebelum mereka beriman.Sesungguhnya budak perempuan yang mukmin lebih baik dari perempuan yang musrik,walaupun dia menarik hati kalian.Dan janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan perempuan –perempuan mukmin)sebelum mereka beriman. sesungguhnya budak (laki-laki) yang mukmin lebih baik dari orang yang musyrik,walaupun dia menarik hati kalian.mereka mengajak ke neraka,sedangkan Allah mengajak k esurga dan ampunan dengan izin-Nya.Dan Allah menerangkan ayat-ayat –Nya (perintah-perintah-Nya kepada manusia supaya mereka mengambi l pelajaran” (QS.al-baqarah {2}:221)

Lalu bagaimana kita tau, siapa calon Jodoh kita yang Pilihan Allah SWT itu? ya sederhana saja, karena Jodoh kita ada di TANGANNYA, maka ketika kita sudah siap lahir batin untuk menikah yang langsung saja kita minta jodoh kita itu segera dikirim, kalo lama tidak dikirim bagaimana? ya sabar dan terus perbanyak Sholat untuk memintanya, kalo ada yang datang melamar, taunya itu jodoh pilihan Allah atau bukan bagaimana? ya kita tanya dulu lagi sama Allah, apakah betul yang datang itu kirimanNYA atau bukan, kalo betul itu kirimanNYA akan ada isyarat KEMANTAPAN HATI kadang berupa mimpi yang baik kadang juga tanpa mimpi. Kalo itu bukan kirimanNYA juga akan ada isyarat KERAGUA-RAGUAN atau MIMPI PERINGATAN.

Nah kalo kita sudah dapat peringatan bahwa itu BUKAN kirimanNYA, lalu kita memaksakan diri untuk menerimanya karena sudah memenuhi spesifikasi untuk kepuasan nafsu dan ego kita, maka sangat dipastikan kehidupan Rumah Tangga kita akan berjalan sangat TIDAK EFEKTIF dan bisa jadi akan berujung kepada Perceraian, namun jika salah satu masih mampu MENGALAH dan tetap TABAH terhadap segala UJIAN karena menyadari KESALAHPILIHANNYA itu, Allah SWT akan tetap memberikan JALAN yang terbaik untuk kelangsungan hidup Rumah Tangga kita. Ya… Allah Maha Pengasih dan Penyayang dan selalu terbuka PINTU MAAFNYA untuk kita yang MENGAKUI KESALAHAN, jangan pernah berputus asa kalo sudah terlanjur SALAH PILIH.

Trima Kasih atas kunjungan Anda.